Lompat ke konten
Beranda » Cara Merawat Ikan Koi Dengan Benar Untuk Pemula

Cara Merawat Ikan Koi Dengan Benar Untuk Pemula

Cara Merawat Ikan Koi Dengan Benar Untuk Pemula

Cara merawat ikan koi untuk pemula – Siapa sih yang tidak mengetahui ikan hias satu ini?  Iya.. ikan Koi merupakan ikan yang banyak di kenal.  Ikan Koi adalah ikan hias jenis karper yang berasal dari Jepang, masih satu kerabat dengan ikan mas. Di negara aslinya, koi disebut nishikigoi. Dan ikan memiliki motif warna yang sangat indah dna elegan, tak heran jika ikan yang satu ini menjadi ikan peliharaan favorit banyak orang.

 

Namun untuk merawat ikan koi bisa dibilang tak mudah, diperlukan waktu serta penanganan khusus. Wajar saja perlu penanganan istimewa, karena ikan ini harganya cukup mahal dibandingkan ikan hias jenis lain. Apalagi koi yang diimport langsung dari Jepang, untuk ukuran 10-20cm saja harganya sekitar sejuta ke atas per ekornya.

Di Indonesia sendiri, pecinta koi sudah tersebar di seluruh nusantara. Contohnya saja adalah  komunitas bernama TKC (Tangerang Koi Club). Di Jakarta ada Jakarta Koi Club. Mereka selalu mengadakan kontes yang rutin digelar tiap tahunnya. Mereka semua di bawah naungan bendera APKI (Asosiasi Pecinta Koi Indonesia).

Untuk budidaya koi, di Indonesia ada daerah penghasil koi yang punya kualitas tak kalah dari Jepang, yaitu Blitar, Jawa Timur. Selain itu, Bogor dan Sukabumi, Jawa Barat juga menghasilkan koi lokal yang tak kalah bagus kualitasnya.

Cara Merawat Ikan Koi Bagi Pemula

Jika Anda ingin tahu bagaimana cara merawat ikan koi, atau baru berencana memelihara ikan ini, coba perhatikan beberapa 4 hal utama berikut ini:

  1. Kolam Pemeliharaan Ikan Koi

Ikan Koi adalah ikan yang umum dipelihara di kolam. Bisa saja Anda merawat ikan ini di aquarium, tetapi Anda tidak akan dapat melihat keindahan koi jika dilihat dari samping. Kalau dari kolam, Anda bisa memandang bagian atas tubuh ikan ini, disitulah letak keindahannya.

Alternatif selain di kolam adalah dengan menggunakan kolam terpal. Mungkin ini adalah cara yang lebih ringkas, jadi Anda tak perlu repot-repot membuat kolam. Dan tak perlu memakan biaya banyak pastinya.

Untuk ukuran kolam, lebih besar lebih baik tentunya. Buatlah kolam tidak terlalu cetek. Selanjutnya buatlah ruangan khusus di samping kolam (chamber) yang gunanya untuk menyaring air, bisa 3 atau 4 sekat ruang. Masing-masing ruangan tersebut berisi media filtrasi secara terpisah.

Kolam sendiri sebaiknya tidak langsung kena sinar matahari. Karena kalau langsung terkena sinar, kolam akan mudah berlumut. Cara mengatasi kolam agar tidak mudah berlumut adalah dengan menggunakan lampu ultraviolet (UV). Sebaiknya ikan yang baru Anda beli tidak langsung masuk ke kolam digabung bersama ikan lain. Hal ini untuk menghindari penularan penyakit dari ikan baru.

Sekalipun ikan baru steril, tapi paling tidak perlu dilakukan langkah preventif untuk berjaga-jaga. Selain itu, mengkarantina ikan juga bertujuan agar ikan yang baru beradaptasi dengan kondisi air kolam.

  1. Kualitas Air Dari Kolam Ikan Koi

Dalam merawat ikan koi, kualitas air tidak bisa diabaikan begitu saja. Pikirkanlah, ikan itu makhluk yang hidup di air, otomatis sumber kehidupan mereka harus kita nomor satukan. Kondisi air yang tidak bagus itu ibaratkan udara yang penuh polusi bagi manusia.

Jika kondisi air jelek, maka jangan heran kalau ikan koi mudah terserang bermacam penyakit. Lebih lagi kalau Anda merawat ikan koi import, Anda tidak bisa kompromi lagi soal kualitas air. Mereka lebih rentan terhadap penyakit dibandingkan koi lokal. Ini karena mereka tidak terbiasa dengan kondisi air di Indonesia, lain halnya dengan koi lokal yang memang sudah lahir dan dibesarkan dengan kondisi air lokal.

 

Untuk menunjang kualitas air, maka dibutuhkan obat-obatan khusus yang berfungsi sebagai anti bakteri bagi ikan. Yang paling umum adalah menggunakan garam kasar. Garam sendiri dipercaya bisa membunuh berbagai macam bakteri dan parasit yang merugikan bagi ikan koi.

  1. Makanan dari  Ikan Koi

Makanan yang berprotein tinggi sangat bagus untuk ikan koi. Untuk makanan tambahan, disarankan menggunakan wheat germ dan spirulina. Masing-masing makanan tersebut punya manfaat tersendiri bagi ikan koi. Seperti makanan tinggi protein bagus untuk pertumbuhan ikan.

Spirulina dipercaya dapat meningkatkan kecerahan warna, dimana semakin cerah warna ikan koi, maka semakin bagus kualitasnya dan semakin mahal pula harganya. Sedangkan Wheat germ bagus untuk body ikan agar lebih ramping dan proporsional (seperti torpedo). Ada juga yang berpendapat bahwa wheat germ bagus untuk menaikkan warna putih pada ikan koi.

Biasanya pellet untuk ikan koi dibuat secara spesifik. Ada yang khusus spirulina, wheat germ dan high protein. Jadi umumnya para hobbyst akan membeli ketiga jenis pellet tersebut untuk keseimbangan diet ikan.

Cara memberi pakan ikan Koi yang benar

Dalam pemberian pakan, ikan koi tidak boleh terlalu sering diberi makan. Ini karena kotorannya nanti akan mencemarkan air. Dan lagi kalau pakan tidak habis, pelet akan larut dalam air. Hal ini pun tidak bagus bagi kualitas air. Memang saat-saat memberi makan ikan adalah saat yang paling ditunggu-tunggu. Namun tetap bijaksanalah dalam memberi makan. Mungkin 2-3 kali sehari cukup, tentunya dengan porsi secukupnya dan tidak meninggalkan sisa makanan.

  1. Peralatan Pendukung

Peralatan pendukung seperti sistem filtrasi, head pump, heater atau obat-obatan juga tidak kalah penting dalam merawat ikan koi. Namun yang paling wajib adalah head pump untuk memompa dan mensirkulasikan air serta media filtrasi untuk menjaga kualitas air. Biasanya dalam kolam koi, air setelah lewat filtrasi akan diangkat lagi oleh head pump ke air terjun buatan. Ini bermaksud sebagai nilai estetika dan juga arus serta oksigen yang lebih baik.

Media filtrasi untuk kolam koi bisa bermacam-macam. Yang paling umum adalah bio ball, jap mat serta busa kapas. Biasanya setiap penghobi punya racikan filtrasi masing-masing, berdasarkan keilmuan dan pengalaman mereka. Obat-obatan tambahan yang menjadi pendukung seperti bakteri pemakan kotoran ikan, anti jamur serta garam kasar.

Untuk peralatan tambahan seperti aerator mungkin dibutuhkan untuk dead spot (tempat yang kurang arus / oksigen). Pada musim dingin, heater (pemanas) mungkin saja dibutuhkan untuk meningkatkan suhu air. Ikan yang sedang dikarantina karena sakit juga butuh heater untuk membunuh kuman-kuman.

Tips Memilih Ikan Koi

Selain beberapa cara merawat ikan koi dengan benar di atas, Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara memilih ikan koi yang berkualitas bagus. Kalau Anda sebagai pemula ingin membeli ikan koi, sebaiknya belilah yang lokal saja dulu, karena yang import harganya cukup mahal dan perawatannya agak sedikit rewel.

 

Untuk koi import Jepang yang ukurannya masih 10 sampai 20 cm saja, harganya bisa mencapai 1 juta ke atas. Sayang kan kalau sampai mati!

Lagipula, ikan koi lokal sudah beradaptasi dengan baik dengan kondisi air di Indonesia, sehingga tidak terlalu rewel buat urusan kualitas air. Sekarang di Indonesia sendiri breeder-breeder koi peranakan Jepang / F1 sudah banyak, salah satunya adalah koi dari Blitar. Selain itu, daerah budidaya koi lain yang punya kualitas koi bagus ada di Sukabumi.

Nah, itu lah beberapa cara merawat ikan koi bagi pemula. Beberapa tips di atas juga sebagai bahan pertimbangan untuk Anda yang ingin merawat ikan koi. Semog artikel ini bisa bermanfaat menambah wawasan Anda. Cara Merawat Ikan Koi Dengan Benar Untuk Pemula

Perusahaan kami CV. Agro Koi Farm menyediakan berbagai jenis serta ukuran ikan koi dengan kualitas terbaik dan harga ramah di kantong.

Ikan koi yang kami jual merupakan hasil langsung dari budidaya kami sendiri, maka dari itu ikan koi dari kami memiliki kualitas yang unggul dan tentunya dengan harga yang terjangkau.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai perawatan ikan koi atau lain sebagainya, bisa klik disini

Cek Channel YouTube kami di https://www.youtube.com/@AgroKoiFarm

Untuk menanyakan harga ikan koi atau ingin berkonsultasi terlebih dahulu anda bisa menghubungi kami di : WA/SMS/TELEPON 085-791-708-791. Informasi lebih lengkap Klik Disini